Harga Kubah Masjid Raya Raudhatul Irfan

Masjid Raya Raudhatul Irfan adalah masjid yang sangat megah dengan empat menara yang menjulang tinggi di pinggir jalan pertigaan jalur lingkar selatan Bogor-Sukabumi. Harga Kubah Masjid Modern Lebih Tepatnya berada di Cibolang, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Yaitu di pinggiran perlintasan utama jalur Sukabumi-Bogor dan pintu masuk ke Jalan Lingkar Selatan (Lingsel Sukabumi).

Harga Kubah Masjid Raya Raudhatul Irfan

Masjid ini dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan diresmikan oleh gubernur Jabar, Ahmad Heryawan (Aher), pada tanggal 7 Juli tahun 2014 yang lalu. Kehadiran masjid ini diharapkan semakin mempermudah warga untuk beribadah. Selain Aher, dalam kesempatan tersebut hadir pula Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jabar M Guntoro  beliau lah yang membangun masjid raya tersebut.

Masjid ini berada di lahan seluas 9.000 meter persegi, sementara luasan bangunan masjid ini hingga mencapai 900 meter persegi. Di lokasi masjid ini, telah dibangun juga sejumlah fasilitas penunjang lainnya. Misalnya taman,ruang perpustakaan,ruang untuk belajar,TPA,dan juga lahan parkir yang luas, dan sarana perkantoran lainya.

Interiornya yang khas, yaitu berwarna hijau putih, dengan ornamen mirip dengan masjid di Persia yang menambah keelokannya. Ruang utama shalat sangat luas, dengan hamparan karpet yang masih bagus. Masjid ini juga dilengkapi dengan pelataran dengan taman-taman sekitar dan area parkir yang cukup luas.

Luasan bangunan masjid mencapai 900 meter persegi menjadikan salah satu singgahan yang sangat menarik.Begitu  Banyak umat Islam, atau wisatawan domestik yang berdatangan tidak hanya untuk shalat,melainkan juga sambil menikmati luasnya area masjid, dengan duduk-duduk di serambi, dan juga sambil menikmati jajanan pinggir jalan.

Nama masjid ini diambilkan dari nama sebuah Tafsir Al-Qur’an yang monumental dan populis di wilayah Tatar Pasundaan hasil buah karya K.H. Ahmad Sanusi, seorang ulama besar Sukabumi yang pernah berkiprah dalam pentas pergolakan nasional di era 1920-an sampai dengan 1950-an.

Nama lengkap tafsir ini adalah Raudlat al-Irfan fii Ma’rifati al-Qur’an dengan karakteristik: Metode yang digunakan adalah metode Ijmali (Global) artinya menafsirkan al-Qur’an dengan cara singkat dan global tanpa urzian panjang lebar; Bentuknya tergolong pada tafsir bi al-Ra’yi artinya tafsir ayat ayatnya didasarkan psda hasil Ijtihad mufassirnya dan menjadikan akal fikiran sebagai fikiran utamanya; Fokus dan aliran tafsir, bersifat umum, tanpa membawa pesan khusus atau netral dengan menjelaskan ayat-ayatnya secara proporsional, dan lain-lain.

Sementara langkah-langkah yang dilakukan K.H. Ahmad Sanusi alam menafsirkan al-Qur’an, yakni: Menterjemahkan secara harfiyah ke dalam bahasa Sunda, Menafsirkan sesuai dengan tertib susunan mushaf Utsmani, Maksud dijelaskan di sisi kanan dan kiri matan teks al-Qur’an dengan sederhana, Mengemukakan asbabul nuzul, jumlah huruf dan ayatnya, Tidak mempersoalkan segi bahasa seoerti nahwu, sharaf, bikagzh, dll, namun mengutamakan segi makna, Tidak menjelaskan secara detail (Juz’iyyat) namun menjelaskannya secara universal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *