prosedur jual beli tanah dan balik nama di sertifikat rumah

http://www.dreamstime.com/royalty-free-stock-photo-paperwork-image10436115

3. Sistem Pembuatan AJB di Kantor PPAT

Sistem pembuatan Akta Jual Beli yang dikerjakan di kantor PPAT juga akan lewat sistem kontrol serta bagian yang detil. Step pertama yaitu persiapan.

Petinggi pembuat Akta Tanah juga akan mengecek keaslian sertifikat tanah ke kantor Pertanahan,
Petinggi pembuat Akta Tanah diijinkan memohon calon konsumen buat pernyataan kalau dengan beli tanah itu tidak memiliki hak mengaku keunggulan tanah diluar batas maximum,
Petinggi juga memohon surat pernyataan dari penjual kalau tanah yang di jual tidak tengah jadi sengketa. PPAT juga akan menampik pembuatan AJB apabila tanah itu tengah dalam tanggungan bank atau jadi tempat sengketa,
Penjual mesti membayar Pajak Pendapatan (PPh) sebesar 5% dari nilai jual. Dengan catatan apabila nilai jual tanah diatas 60. 000. 000,
Konsumen mesti membayar BPHTB (Bea Pencapaian Hak atas Tanah serta Bangunan) besarnya 5% dari nilai jual sampai 30. 000. 000,

 

Sesudah berkas serta keharusan dikerjakan, jadi PPAT juga akan memohon pihak Konsumen serta Penjual di tandatangani Akta Jual Beli itu. Dalam sistem jual beli ini sebagian prasyaratnya yaitu :

Pembuatan Akta Jual Beli Tanah di hadiri ke-2 belah pihak penjual serta calom konsumen,
Di hadiri oleh minimum 2 saksi dari piranti desa lewat Kantor Kecamatan jadi petugas PPAT sesaat atau ke-2 pegawai Notaris bila lewat Notaris PPAT,
Petinggi pembuat Akta Tanah menerangkan isi serta maksud pembuatan akta, termasuk juga pelunasan dalam transaksi,
Apabila ke-2 belah pihak penjual serta konsumen setuju, jadi Akta Jual Beli di tandatangani oleh penjual, konsumen, saksi-saksi, serta Petinggi pembuat akta,
Akta Jual Beli di buat dua rangkap asli, satu lembar disimpan oleh Kantor PPAT. Satu lembar yang lain disimpan di Kantor Pertanahan untuk kepentingan pendaftaran balik nama. Pada ke-2 belah pihak penjual serta konsumen diberi salinannya (ini dia reparasi kitchen set bandung).

4. Sistem Balik Nama

Step selanjutnya dalam tata langkah jual beli tanah yaitu sistem balik nama, yakni sistem jadikan nama konsumen jadi yang memiliki atas tanah yang baru dibelinya. Jadi sesudah sistem jual beli tanah itu, Petinggi Pembuat Akta Tanah menyerahkan berkas Akta Jual Beli (AJB) ke Kantor Pertanahan untuk step setelah itu sistem balik nama sertifikat tanah.

Pengiriman Akta Jual Beli itu paling lambat yaitu tujuh hari kerja mulai sejak penandatanganan akta itu. Mengenai berkas-berkas serta prasyarat yang perlu dihimpun yaitu.

Surat permintaan balik nama yang telah di tandatangani oleh konsumen atau kuasanya (apabila dikuasakan),
Akta Jual Beli yang telah beres,
Sertifikat hak atas tanah asli,
Salinan Kartu Tanda Masyarakat konsumen serta penjual yang telah dilegalisir,
Bukti lunas membayar Pajak Bumi serta Bangunan th. paling akhir,
Bukti lunas membayar Bea Pencapaian Hak Atas Tanah
Sesudah berkas hingga di Kantor Pertanahan, jadi Kantor Pertanahan buat tanda bukti terima permintaan balik nama pada Petinggi pembuat Akta Tanah. Petugas Kantor Pertanahan juga akan mencoret nama pemegang hak lama (penjual) dari dalam buku tanah serta sertifikat. Setelah itu Kepala Kantor Pertanahan yang sudah ditunjuk memberi paraf pada sertifikat tanah. Lalu nama pemegang hak yang baru (konsumen) ditulis pada halaman serta kolom yang ada pada buku tanah serta sertifikat. Yang paling akhir, sertifikat tanah yang baru itu di tandatangani serta di beri stempel oleh Kepala Kantor Pertanahan atau petinggi yang ditunjuk. (Bacalah juga : Panduan Beli Tempat tinggal Sisa serta Baru

Tata langkah jual beli tanah walau tampak rumit, tetapi sesungguhnya cukup simpel, yang perlu mengerti alur serta tahapannya. Yang yang lebih perlu yaitu kecermatan waktu pilih tanah yang juga akan dibeli supaya tidak berlangsung problem yg tidak diinginkan masa datang. Sekian ikhtisar kami. Mudah-mudahan berguna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *