Desa Ngada, dekat Bajawa, pulau Flores, foto oleh Olivier Page’s

Riung adalah kota kabupaten kecil di pantai utara Flores utara Bajawa. Kini Riung Kabupaten telah dipisahkan menjadi tiga kabupaten yaitu, dengan ibukota Riung Riung, Kabupaten Barat dengan ibukota Riung Maronggela, dan Distrik Selatan dengan ibu kotanya Wangawelu Riung. Sudah ada wacana pembentukan Riung Kabupaten Timur & Tengah Riung yang saat ini sedang dalam persiapan. Riung Barat adalah salah satu kabupaten di Ngada yang terletak di pantai utara Flores. Dari ibukota Kabupaten Ngada Bajawa bisa ditempuh dalam waktu 2 jam dengan kendaraan.
Dahulu, Riung adalah satu-satunya kerajaan Islam di Flores, dan tidak pernah dalam dominasi oleh bangsa atau suku Flores. Kerajaan Riung dipimpin oleh Raja Ismail Sila Petor. Batas-batas kerajaan Riung memiliki wilayah berikut: Selatan, Kabupaten Bajawa dan Soa dengan batas alamnya Kali Kolopenu, sebelah barat, Manggarai Alo Mola dengan batas alamnya, Mawar Timur Rungang (desa Nggolonio dan desa-desa sekitarnya), dan berbatasan dengan utara Flores Laut dan Sulawesi. Bagaimana gat disana?
Pesawat: Terbang ke Maumere atau Ende dari Bali dan kemudian naik angkutan darat ke Riung
Perahu: Ada kemungkinan untuk berlayar dengan perahu motor carteran dari Labuanbajo (Labuan Bajo). Butuh sekitar delapan jam untuk mencapai Riung.
Bus: Naik bus umum atau mobil sewaan dari Ende atau Bajawa. Ada bus umum reguler dari kota-kota ini. Dibutuhkan waktu sekitar dua jam untuk berkendara langsung dari Bajawa.
Anda bisa berkeliling di daerah Riung maupun di daerah lain di Flores dengan menggunakan sepeda motor transfortasi atau Bemo.Apa yang akan Anda lakukan di sana?
Danau Wawomudha, tempat ini terletak di jalan raya Km 10 Bajawa-Aimere. Memiliki pemandangan yang unik yang masih terjaga kelestariannya. Ada air terjun dan kolam renang alami yang bisa dijadikan tempat peristirahatan untuk melepaskan berbagai kelelahan karena berbagai aktivitas sehari-hari.
Air Terjun Bajawa Ogi, Ogi merupakan salah satu daerah wisata di Bajawa, Flores, NTT. Letaknya sekitar 7 km dari pusat kota Bajawa. Akses jalan mudah dan bisa menggunakan kendaraan roda 4. Dengan pemandangan yang eksotis.
Air Terjun Wae Roa, tempat ini terletak di Desa Tiworiwu, Kecamatan Jerebu’u, Ngada – Flores NTT.
Desa wisata Lekodolo eco, desa Lekolodo terletak 13 km barat daya dalam perjalanan menuju Aimere ibu kota Bajawa-Ngada. Desa ini terletak di kawasan konservasi Ngada, dengan alam dan budayanya tetap terjaga dengan pemandangan indah Gunung Inerie baik.Dengan dan pantai Aimere, Desa Lekolodo menawarkan pengalaman yang fantastis keliling desa. yaitu:
1. tur desa
Desa Lekolodo memiliki 16 rumah tangga. Kegiatan ekonomi utamanya adalah pertanian dan perkebunan di sekitar rumah. Dengan hanya menggunakan satu jalan utama di desa, Anda bisa berjalan melewati desa dan berbicara dengan penduduk desa tentang kehidupan dan pertanian mereka. Kebanyakan wanita melakukan berkebun di kebun mereka dengan sayuran dan beberapa tanaman obat tradisional. Juga beberapa pohon buah di sekitarnya. Alpukat, Mangga, pisang, nanas, dll, buah ini adalah beberapa pohon buah di daerah ini. Beberapa wanita yang menenun teknik tenun tradisional.
2. Trekking dan tinggal di pondok
Sebagai kegiatan ekowisata utama di daerah ini, Anda bisa pergi trekking ke penginapan dengan bimbingan masyarakat setempat. Organisasi Masyarakat Ekowisata Lekolodo menyelenggarakan tur ini dengan beberapa pilihan paket, mulai dari perjalanan sehari ke kabin dan berenang di bawah air terjun sampai hanya satu atau dua malam di penginapan cukup damai. Menonton burung di pagi hari dan jika Anda beruntung Anda akan menemukan beberapa monyet (Macaca longtail) yang mengelilingi pondok.
3. Titik pandang kedua di dekat desa Melewati desa dengan jalan tidak terlalu jauh. Anda bisa menikmati pemandangan Gunung Inerie, dan pantai Aimere
Lihat batu megalitik di pinggir bukit.
4. Birdwatching.
Jika Anda tertarik untuk menonton burung, desa ini adalah tempat yang baik untuk melakukan aktivitas ini, terutama di pagi hari.
Desa Bena, Bena adalah sebuah desa tradisional yang terletak di desa Tiworiwu Kabupaten Jerebuu, 18 km sebelah selatan Kota Bajawa. Di desa ini dapat ditemukan berbagai bangunan tradisional seperti: Rumah Adat, Bhaga, Ngadhu, yang masing-masing merupakan simbol leluhur pria dan wanita sekaligus simbol kesatuan dan integritas masing-masing suku. Bisa juga ditemukan dalam bentuk bangunan megalitik Ture, dan Nabe yang kondisinya tetap utuh.
Desa Bena
Sebuah altar megalitik di desa Bena, foto Itamar Berman
Desa Gurusina, objek wisata adat adat Desa Watumanu Gurusina, Kabupaten Jerebu’u, Ngada, Nusa Tenggara Timur, sebenarnya memiliki daya tarik tersendiri, naik banding di bidang pariwisata pada umumnya.
Keunikan permukiman pribumi Gurusina ini, selain ineria yang didukung oleh pegunungan, juga di desa ini, rumah-rumah tradisional terbuat dari anyaman bambu dan atap jerami. Sementara di beberapa rumah orang tua, ada hiasan rumah di atap. Dekorasi rumah di atas atap menunjukkan bahwa rumah adat ini merupakan rumah adat utama. Di depan masing-masing rumah adat juga ada kerbau tanduk. Kandang tanduk ini menandakan kemenangan dan kebesaran akan harta dan kekayaan setiap orang penghuni rumah tradisional di sini.
Di setiap lantai ada penyangga berbentuk papan ukiran bunga dan binatang.
Di tengah desa ini juga ada tiga kepercayaan lopo warga desa Gurusina sebagai tempat peristirahatan nenek moyang mereka.
Anak-anak setempat bermain tarik tambang. Desa Gurusina Ngada, Foto Oleh Carolyn Lim
Desa tradisional Wogo, tempat ini terletak di Kecamatan Golewa 17 km sebelah timur kota Bajawa. Di desa ini ditemukan berbagai bangunan tradisional seperti: Rumah Adat Bhaga, Ngadhu. Kompleks megalithnya bisa ditemukan di dusun tua, dari desa baru sekitar 1 km. Di kompleks ini masih bisa ditemukan megalitik, bangunan megalitik dengan luas sekitar 2 ha. Batu megalit setinggi 12 m oleh masyarakat Wogo bernama Watu Tuke Lizu (Stone Sustainer Sky) masih berdiri kokoh di tengah desa Wogo lama.
Desa tradisional Wogo, foto oleh Anita.
Desa tradisional Wogo, foto oleh Anita.
Pantai pasir putih di desa sewowoto waebela desa, pantai desa aimere aimere.
Pantai di Riung, foto oleh sebastian ceriani
Menyelam dan Snorkeling. National Marine Park 17 Islands di Riung, tempat ini adalah tempat menyelam yang sangat baik. Ada beberapa lokasi penyelaman di tingkat pertama dimana Anda bisa menikmati pemandangan terumbu karang, kondisi prima yang tercakup oleh karang cambuk, karang lunak yang cerah oranye dan merah, karang keras, dan jumlah ikan tropis yang sangat beragam baik besar maupun kecil.
Menurut visibilitas penduduk setempat tergantung arah angin. Visibilitas paling baik antara bulan April dan September dan dari bulan September sampai November.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *